Konsep desain mana yang menggambarkan penempatan antrian di antara dua komponen sebuah aplikasi sehingga, meskipun satu komponen berhenti, komponen lainnya dapat terus memproses?

1 / 1
Pilih jawaban
BenarB

Penjelasan

Memilih konsep desain yang memisahkan ketergantungan komponen dengan antrian.

  • 1penempatan antrian di antara dua komponenBerkomunikasi secara asinkron melalui antrian alih-alih panggilan langsung
  • 2meskipun satu komponen berhentiKegagalan TIDAK boleh merembet ke sisi lain
  • 3terus memprosesPesan dipertahankan dan dapat dilanjutkan setelah pemulihan
ASalah

Tight coupling

Tight coupling adalah desain di mana komponen saling bergantung secara langsung.

Jika satu berhenti, yang lain terpengaruh dan cenderung ikut berhenti, yang merupakan kebalikan dari decoupling berbasis antrian pada soal ini, sehingga tidak tepat.

BBenar

Loose coupling

Benar. Loose coupling adalah desain yang menempatkan antrian (seperti SQS) di antara komponen untuk mengurangi ketergantungan langsung. Meskipun sisi penerima berhenti, pesan ditahan dalam antrian dan pemrosesan dapat dilanjutkan setelah pemulihan. Karena kegagalan terisolasi pada satu tempat, ketersediaan meningkat.

CSalah

Vertical scaling

Vertical scaling adalah teknik meningkatkan performa satu server (jumlah core CPU dan kecepatan clock, jumlah memori, dan sebagainya) — scale-up.

Hal ini tidak terkait dengan pemisahan ketergantungan antar komponen, sehingga tidak tepat.

DSalah

Single point of failure (SPOF)

Single point of failure adalah nama sebuah masalah — tempat yang, jika rusak, membuat seluruh sistem berhenti.

Ini adalah kebalikan dari konsep desain mengisolasi kegagalan dengan antrian, sehingga tidak tepat.

Poin penting

'Menyisipkan antrian', 'mengisolasi kegagalan', dan 'tetap berjalan meski satu sisi berhenti' menunjuk ke loose coupling. SQS / SNS adalah contohnya. Hal ini dikontraskan dengan tight coupling (ketergantungan langsung), yang berisiko menimbulkan kegagalan beruntun.